![]() |
| Award Perdana |
Tanggal Delapan Juni kemarin, saya mendapat sesuatu yang saya sendiri tidak menyangga akan mendapatkannya. Beberapa waktu sebelumnya, Panitia Muswil FLP Aceh, mengadakan penjaringan Nominator untuk beberapa kategori. Dan untuk memeriahkan perhelatan tersebut saya pun mengirim beberapa perlombaan yang saya ikuti sesuai kategori Penulis Gila Lomba, walaupun tak semua lomba itu saya menangkan. Setidaknya, itulah tangga- tangga yang mengantarkan saya dalam ruang imajinasi yang menghasilkan tulisan.
Apa alasan saya sangat suka mengikuti lomba? Walaupun saya pernah hampir putus asa dan kecewa dengan penyelenggara lomba yang tak memberikan kabar kepada para kontributor tentang kepastian buku bersama itu.
Tahun 2010 silam, saat saya baru saja bergabung di Forum Lingkar Pena Wilayah Aceh, Atas bimbingan Abu Guru, R.H Fitriadi (Yang kini, memangku amanah sebagai Punggawa tertinggi di FLP Aceh), saya yang hanya gadis desa yang punya mimpi ingin menjadi seorang penulis akhirnya terbuka jalan. Malu-malu dalam ketidak PeDean, saya pun memberanikan diri ikut lomba online.
Saat itu, dari beberapa lomba yang saya ikuti, saya masuk nominator di sebuah lomba yang temanya Horor. Senang? Ya donk, saya sangat senang. Gadis desa seperti saya akhirnya punya karya yang mampu bersaing dengan ratusan penulis lainnya. Itu merupakan apresiasi yang tak ternilai bagi saya, walaupun hanya lewat penerbit indie.
Tahun berganti tahun, bulan pun beranjak ke bulan selanjutnya. Putus asa pun saya alami, seakan tertipu, saya pun kehilangan jejak naskah saya. Ditambah lagi dengan selentingan dari teman-teman yang mengaku berpengalaman dalam lomba-lomba seperti itu, yang akhirnya menjadi korban 'naskah lari' sangat-sangat mengendorkan semangat dan impian sebagai penulis.
Saya mencoba bertahan, dan menepis buruk sangaka dan pesan-pesan negatif dari teman-teman yang sebenarnya berniat baik untuk mewanti-wanti saya agar tidak merasakan apa yang pernah mereka rasakan lebih dulu. Namun, itulah saya. Mencoba untuk berani mengambil segala resiko sendirian. Dan akhirnya 'angin syurga' itu pun menyapa. Saya mulai mendapat jejak naskah yang hilang.
Di tahun, 2012 naskah yang dulunya hanya tulisan saya, kini telah nyata bersanding dengan tulisan para penulis yang mewakili seluruh Indonesia. Walaupun sempat kecewa juga, mengapa info itu tidak saya dapatkan dari penyelenggara lomba, malah saya dapatkan dari teman chatingan saya yang juga kontributor dalam buku itu. Tapi, Saya pun memesan 4 eks buku ditambah 1 eks untuk penulisnya.
Dan bersebabkan rasa kecewa yang ada itulah, memacu saya untuk tidak menyerah. Karena jika saya menyerah, maka saya kalah dengan keadaan. Dan jika saya kalah dengan keadaan berarti saya berputus asa pada Rahmat Allah. Dan itu, menyebabkan niat saya menulis itu semakin kuat. menang atau tidak menang, di bukukan atau tidak dibukukan, saya Harus tetap menulis untuk menyebatkan kebaikan. Dan biarkan saya menang dan dikenang diatas pena-pena yang saya miliki ini.
Mari 'Gila Lomba' karena di situ, kamu memperluas silaturahim, memperluas wawasan dan pengalaman, dan juga kamu menebar kebaikan seluas-luasnya serta melatih keyboard-keyboard agar tidak calus karena tertutupi debu.
Dan inilah buku pertama saya yang
meransang lahirnya buku-buku ke sekian saya walau baru berupa antologi.
Mohon do'anya semoga saya mampu melahirkan buku solo saya. Amin ya Allah
:)
| ||||||
| Buku Pertama, 2012 |
![]() |
| Buku Kedua, 2013 |
![]() |
| Buku Ketiga, 2014 |
![]() | ||
| Buku Keempat, 2013 |
![]() | |
| Buku Kelima, 2014 |
![]() |
| Buku Keenam, 2014 |
![]() | |
| Buku Kedelapan, 2014 |
![]() |
| Buku Ketiga Belas |







